Mengenal Beberapa Jenis Burung Langka yang Ada di Dunia

Diposting pada

Dewasa ini telah diketahui sekitar 21.286 spesies hewan di dunia yang terancam punah. Ternyata dari puluhan ribu satwa tersebut, terdapat beberapa jenis burung yang dinyatakan paling langka di dunia. Dimana persebaran burung langka di dunia ini tak terkecuali Indonesia. Penasaran apa saja burung yang sudah hampir punah ini? Yuk simak penjelasan berikut.


Jenis Burung yang Hampir Punah di Dunia

1. Burung Po’ouli dari Pulau Hawaii

Jenis burung pertama yang dinyatakan punah di dunia yakni burung Po’ouli dari Pulau Hawaii. Burung yang memiliki nama latin Melamprosops phaesoma ini, jumlahnya di tahun 1973 mencapai 100 hingga 200 spesies. Akan tetapi memasuki tahun 1995, populasinya mulai menurun drastis hingga tersisa 3 spesies saja. Hal ini tak lain karena perburuan yang dilakukan secara kejam.

Tak hanya perburuan semata, faktor lainnya yang menyebabkan burung dengan penampilan unik ini langka karena habitat aslinya mulai rusak, penyebaran nyamuk yang menularkan penyakit, dan sumber makanan habis karena ulah tikus serta siput. Bila dilihat di masa sekarang, keberadaan burung langka ini tidak bisa dijumpai dimanapun semenjak ditangkap pada tahun 2004.

burung-poouli

2. Burung Cryptic Treehunter dari Brazil

Perlu anda ketahui, bila negara Brazil sebelumnya telah tercatat memiliki burung paling langka yakni Alagoas Foliage Gleaner dan kini bertambah satu lagi yaitu Cryptic Treehunter. Aves dengan nama lain Cichlocolaptes mazarbarnetti ini ternyata dulunya bisa dijumpai dengan sangat mudah di hutan barat daya Brazil. Namun karena habitatnya yang rusak membuat populasinya semakin menurun.

Baca Terus Guys ! . . .  Mengenal Keistimewaan Jalak Suren, Harga dan Suara

Bila dilihat secara fisik, burung satu ini memiliki kemiripan dengan Alagoas Foliage Gleaner. Sayangnya, data mengenai spesies Cryptic Treehunter sangat sedikit lantaran sebelum diteliti burung ini sudah punah terlebih dahulu. Dalam sebuah berita memberitahukan bila burung langka ini muncul terakhir kalinya pada bulan April 2007, sehingga terdapat kemungkinan kini tak bisa dijumpai lagi.

cryptic-treehunter

3. Burung Alagoas Foliage Gleaner dari Brazil

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bila burung Alagoas Foliage Gleaner menjadi salah satu jenis aves paling langka di Brazil. Burung dengan nama latin Philydor novaesi ini telah dinyatakan punah dalam satu dekade terakhir dan hanya bisa dijumpai di tanah Alagoas serta Pernambuco barat daya Brazil semata. Kepunahannya terjadi karena adanya konversi hutan secara berlebihan.

Dahulu, pembukaan lahan tebu dan illegal logging terlalu merajalela sehingga menyebabkan habitat asli dari burung Alagoas musnah. Burung satu ini terakhir kali dijumpai pada tahun 2011 dan dinyatakan punah di tahun 2014. Dengan begitu, terdapat kemungkinan bahwa burung mungil nan menggemaskan ini tak bisa ditemukan kembali oleh para pecinta burung.

alagoas-foliage-gleaner

4. Burung Trulek Jawa dari Indonesia

Siapa yang tidak tahu bila Indonesia terkenal sebagai daratan yang kaya akan flora dan faunanya. Hal ini pun tak luput dari keberagaman burung yang dimilikinya. Akan tetapi, ada beberapa burung yang dinyatakan punah dan tak bisa dijumpai lagi yakni burung Trulek Jawa. Burung yang memiliki nama latin Vanellus macropterus ini merupakan spesies asli Pulau Jawa.

Burung langka ini memiliki habitat asli yang berada di padang rumput terbuka sepanjang pantai utara Jawa Barat serta berbagai pantai lainnya di Jawa Timur. Bahkan dulunya burung endemik ini bisa dijumpai sangat mudah di danau, sungai, dan lingkungan berair lainya. Akan tetapi, burung ini terakhir kali dijumpai pada tahun 1940. Tak heran bila ia dinobatkan sebagai burung paling langka di dunia.

Baca Terus Guys ! . . .  Mengenal Jenis Burung Cucak Ijo Beserta Harganya

trulek-jawa

Berbincang mengenai burung yang telah langka memang terdengar sangat menyedihkan. Apalagi rata rata penyebab kepunahannya karena perilaku serakah manusia. Karena hal inilah tidak mengherankan bila pemerintah menerapkan peraturan, yang berisikan himbauan terhadap masyarakatnya untuk menjaga serta merawat lingkungan sekitar.